Showing posts with label psikolinguistik. Show all posts
Showing posts with label psikolinguistik. Show all posts

Tuesday, February 16, 2016

PROSES PEMAHAMAN DAN PRODUKSI BAHASA

PROSES PEMAHAMAN DAN PRODUKSI BAHASA
1.       Proses pemahaman bahasa yaitu suatu proses tentang bagaimana sesorang memahami kalimat yang ia dengar atau baca.
Aspek-aspek dalam proses pemahaman bahasa yaitu:
a.       Orientasi semantik, para pendukung orientasi semantik beranggapa bahwa pendekatan yang lebih memuaskan dan lebih masuk akal terhadap proses pemahaman adalah pendekatan yang bertujuan untuk mengais aspek-aspek makna sebuah kalimat. Strategi yang harus digunakan yaitu agen+aksi+objek.
b.      Menduga struktur proposisi, berdasarkan pengetahuan kebahasaan kits, kita dapat menduga kata apa yang akan datang sesudah kata yang kita dengar.
c.       Knvergensi semantik dan situasi, pengetahuan kita mengenai topik pembicaraan akan membantu kita menduga sejak awak mengenai kata-kata apa yang akan diucapkan selanjutnya.
2.       Proses produksi bahasa yaitu kemampuan seseorang dalam memproduksi kalimat atau ujaran baik itu lisan maupun tulisan.
Aspek-aspek dalam proses produksi bahasa yaitu:
a.       Pendekatan tata bahasa; tata bahasa yang berlandaskan sintaksis menjelaskan produksi bahasa sebagai proses yang diawali dengan mengembangkan struktur dintaksis abstrak; tata bahasa yang berdasarkan semantik menjelaskan proses yang secara psikologis nyata yakni proses produksi yaang didalamnya dijelaskan  bagaimana sebuah makna diubah menjadi bunyi.
b.      Linieritas dan efisiensi yaitu memproduksi dan memahami kalimat tidak ada urutan yang tetap, dapat berjalan bersamaan atau tahap lain dapat mulai berjalan sebelum tahap tertentu selesai dilakukan.

Monday, February 15, 2016

PSIKOLINGUISTIK



PSIKOLINGUISTIK
Psikolinguistik adalah kajian bahasa dari sudut pandang psikologi yang dikembangkan atas empat dasar keterhubungan, yakni antara psikologi dan linguistik, antara biologi dan perilaku, antara produksi dan pemahaman serta antara model dan eksperimentasi.
Konsep-konsep psikolinguistik:
1.       Tata bahasa
Yaitu aturan-aturan kebahasaan atau biasa disebut tata bahasa (grammar) yang terdiri dari fonologi, sintaksis dan semantik.
2.       Kompetensi dan performasi
Kompetensi adalah pengetahuan seseorang tentang aturan-aturan kebahasaan.
Performasi adalah kemampuan nyata dalam menggunakan aturan-aturan tersebut dalam proses komunikasi bahasa.
3.       Struktur dan fungsi bahasa
a.       Struktur kalimat : pola rangkaian kata atau bangun kalimat yang kita lihat dalam bahasa tulis. Ada tiga macam proses dalam struktur kalimat yaitu:
1)      Proses penggabungan.
a)      Koordinasi : proses penggabungan dua klausa yang setara menjadi sebuah kalimat. Ex, I am a teacher and my brother is a doctor.
b)      Relativisasi : proses penggabungan dua klausa yang berbeda tingkat kemandiriannya, yaitu salah satu diantara kedua klausa tersebut merupakan klausa inti, yang lainnya adalah klausa subordinate.  Ex, you were sleeping when i came.
c)       Komplementasi : mengembangkan salah satu bagian kalimat menjadi klausa terikat. Bagian klausa yang dikembangkan adalah subjek, objek dan keterangan. Ex, the man whom i met last night is here.
2)      Proses pemadatan.
a)      Elipsis : menghilangkan bagian yang sama tanpa diganti dengan unsur apapun. Ex, ayah menanam bunga mawar dan adik menyiram.
b)      Pronominalisasi : mengubah unsur-unsur kalimat yang sama dengan pronomina atau kata ganti. Ex, Pak guru memanggil siswa yang ketinggalan kemudian pak guru menghukumnya.
b.      Fungsi kalimat : ada tiga macam fungsi kalimat yaitu:
1)      Tindak tutur.
a)      Kalimat performatif : kalimat yang digunakan pada saat kita melakukan sebuah tindak komunikasi yang memerlukan ungkapan yang diucapkan bersama-sama dengan tindak komunikasi atau tindak sosial. Ex, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu.
b)      Kalimat deklaratif :kalimat yang dgunakan untuk memberitahukan sejumlah informasi pada si pendengar atau dalam bahasa indonesia kita mengenalnya sebagai kalimat berita.  Ex, Bandung Raya menjuarai Liga Indonesia II.
c)       Kalimat imperatif : kalimat yang digunakan untuk meminta seseorang melakukan tindakan tertentu atau biasa disebut kalimat perintah. Ex, Diamlah kau!
2)      Isi proposisi
Yaitu unit-unit makna yang dikandung dalam sebuah kalimat. Ada tiga macam fungsi proposisi yaitu : menunjuk keadaan atau peristiwa, menunjuk fakta-fakta atau keadaan atau fakta dan memperjelas bagian proposisi lainnya.
3)      Struktur tema
Berdasarkan struktur tema terdiri dari dua bagian yaitu: pertama adalah bagian informasi yang pernah atau sudah diketahui oleh si pembicara dan si pendengar. Kedua merupakan bagian yang ingin disampaikan oleh si pembicara dan diharapkan belum diketahui oleh si pendengar.

Ruang Lingkup Psikolinguistik
Tiga kajian pokok psikolinguistik yaitu:
1)      Pemahaman : proses penangkapan bunyi-bunyi yang diujarkan seorang penutur untuk dijadikan bahan menciptakan interpretasi terhadap maksud si penutur.
2)      Produksi : pengungkapan niat seorang penutur melalui proses perencanaaan pada tata wacana, tatar kalimat,tatar konstituen, dan pemrograman artikulasi serta pelaksanaan kegiatan artikulasi.
3)      Pemerolehan bahasa : proses penguasaan bahasa secara alamiah melalui proses bawah sadar.
Signifikansi psikolinguistik bagi pengajaran:
1)      Metode dengar-ucap : beranggapan bahwa menghafal aturan-aturan kebahasaan dan struktur tata bahasa tidak bermanfaat bagi pengajaran bahasa kedua dan bahasa asing.
2)      Metode kognitif               : yang beranggapan bahwa perkembangan bahasa dipengaruhi oleh kreativitas yang di pandu aturan.
3)      Metode konstruktivism kognitif : yang beranggapan bahwa belajar akan terjadi dengan efektif jika guru membangun kompetensi par siswa berdasarkan hasil belajar atau konsep-konsep dan ketrampilan-ketrampilan yang telah mereka miliki.


TUGAS-3 - PSIKOLINGUISTIK


TUGAS-3 - PSIKOLINGUISTIK

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat menurut pemahaman Anda.
  1. Apa yang Anda pahami tentang pemerolehan bahasa pertama pada anak?
Proses pemerolehan bahasa pertama terfokus pada perkembangan bahasa anak, sejalan dengan perkembangannya bahasa seorang anak akan berubah dalam hal (1) isi dan fungsi pesannya (2) lingkup orang-orang yang berkomunikasi dengannya (3) alat yang ia gunakan untuk berkomunikasi. Selain tu anak-anak mulai mengawali membicarakan tentang hal-hal yang mereka ketahui dilingkungan sekitarnya. Dalam perkembangan bahasa anak usia satu tahun atau satu setengah tahun melalui dua tahap yaitu:
1)      Ujaran awal, ada dua tahap dalam ujaran awal yaitu:
a.      Tahap sensori motorik: anak-anak mulai memproduksi kejadian-kejadian yang disimpan dalam memorinya sehari atau beberapa hari sebelumnya, anak secara konsisten memulai menggunakan kata-kata pertamanya mengenai hal-hal tersebut .
b.      Peranan benda-benda: pada usia satu sampai satu setengah tahun anak-anak telah mengumpulkan pengetahuan yang spesifik tentang benda-benda di sekitarnya.
2)      Ujaran satu kata, anak-anak pertama kali berbicara mengenai benda-benda yang ada di sekitarnya. Binatang, makanan, mainan dikategorikan sebagai tiga kategori yang sering dikategorikan sebagai sepuluh kata pertama anak.

  1. Jelaskan secara singkat proses pemerolehan bahasa dari sudut pandang fonologi dan morfologi!
1)      Fonologi
Anak menggunakan bunyi-bunyi yang telah dipelajarinya dengan bunyi-bunyi yang belum dipelajari, misalnya menggantikan bunyi /l/ yang sudah dipelajari dengan bunyi /r/ yang belum dipelajari. Pada akhir periode berceloteh, anak sudah mampu mengendalikan intonasi, modulasi nada, dan kontur bahasa yang dipelajarinya.
2)      Morfologi
Pada usia 3 tahun anak sudah membentuk beberapa morfem yang menunjukkan fungsi gramatikal nomina dan verba yang digunakan. Kesalahan gramatika sering terjadi pada tahap ini karena anak masih berusaha mengatakan apa yang ingin dia sampaikan. Anak terus memperbaiki bahasanya sampai usia sepuluh tahun.

  1. Terdapat enam model penelitian dalam lingkup pemerolehan bahasa kedua menurut Ellis. Sebutkan dan jelaskan masing-masing model penelitian tersebut.
1)      Model akulturasi
Yaitu proses beradaptasi dengan budaya baru. Akulturasi merupakan aspek yang penting dalam pemerolehan bahasa kedua, karena bahasa adalah salah satu dari ekspresi-ekspresi yang sangat baik untuk dapat di observasi dari kebudayaan.
2)      Model akomodasi
Adalah model dimana pembelajar dengan pengetahuan yang telah didapatnya, dalam hal ini kemudian pembelajar mengikuti norma internal, nativisasi nyata dalam pidginisasi dan pada awal pemerolehan pembelajra menyesuaikan sistem yang telah terinternalisasi untuk mencocokkannya dengan input.
3)      Teori wacana
Melalui komunikasi dengan orang lain, anak melakukan perbuatan di dunia dan mengembangkan aturan struktur bahasa dan penggunaan bahasa. Hal ini karena pembelajar L2 dimotivasi untuk melakukan perbuatan (setidaknya dalam perbuatan SLA secara informal) sehingga sebuah dapat dibuat antara pemerolehan bahasa pertama dengan pemerolehan bahasa kedua.
4)      Model keragaman kemampuan
Proses penggunaan bahasa melibatkan pengetahuan kebebasan (pentur) dan kemampuan menggunakan pengetahuan ini (prosedur). Penegetahuan yang di dapat dengan mudah dan cepat adalah pengetahuan otomatis, sedangkan pengetahuan yg memerlukan waktu dan usaha untuk mendapatkannya adalah pengetahuan nonotomatis.
5)      Model fungsi otak
Dikembangkan melalui neurofungsional, menurut Lamendella jangkauan sebuah pendekatan neurofungsional tergambar dalam ungkapan berikut: perspektif neurofungsional terhadap bahasa mencoba untuk menggolongkan perkembangan dan penggunaan bahasa.
6)      Model monitor
Terkait dengan model ini krashen mengungkapkan lima hipotesis yaitu hipotesis pemerolehan dan pembelajaran, hipotesis urutan alamiah, hipotesis input, hipotesis monitor, dan hipotesis saringan afektif.


TUGAS 2-PSIKOLINGUISTIK



TUGAS 2-PSIKOLINGUISTIK

Dalam proses pemahaman dan produksi bahasa, terdapat aspek-aspek proses produksi yang perlu diperhatikan. Bacalah materi tersebut dan buatlah ringkasan dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri (parafrase), kemudian berikan contoh Anda sendiri dengan analisa yang tepat. Apabila memungkinkan, silakan menggunakan sumber lain selain BMP untuk mendukung pendapat Anda.
PROSES PEMAHAMAN DAN PRODUKSI BAHASA
1.       Proses produksi bahasa yaitu kemampuan seseorang dalam memproduksi kalimat atau ujaran baik itu lisan maupun tulisan.
Aspek-aspek dalam proses produksi bahasa yaitu:
a.       Pendekatan tata bahasa; tata bahasa yang berlandaskan sintaksis menjelaskan produksi bahasa sebagai proses yang diawali dengan mengembangkan struktur dintaksis abstrak; tata bahasa yang berdasarkan semantik menjelaskan proses yang secara psikologis nyata yakni proses produksi yaang didalamnya dijelaskan  bagaimana sebuah makna diubah menjadi bunyi.
b.      Linieritas dan efisiensi yaitu memproduksi dan memahami kalimat tidak ada urutan yang tetap, dapat berjalan bersamaan atau tahap lain dapat mulai berjalan sebelum tahap tertentu selesai dilakukan.
c.       Aspek-aspek proses produksi
Maksud produksi bahasa adalah menyediakan rangkaian bunyi untuk mengungkapkan pikiran yang ingin diungkapkan. Pikiran yang ingin diungkapakna oleh penutur menurut Steinberg dibagi menjadi dua komponen yaitu maksud dan proposisi.
Komponen maksud dalam representasi sematik merupakan tujuan atau niat si penutur dalam menyampaikan proposisi kepada si penyimak.
Contoh: untuk menyatakan bahwa proposisi tersebut benar maka si penutur mengucapkan Marry is smart, atau penutur ingin menyangkal dengan mengucapkan Marry is not smart, atau penutur hendak bertanya is Marry smart? Atau sebuah perintah be smart, Marry! Maksud-maksud diatas menggunakan proposisi yang sama yaitu (Marry, Smart). Proposisi yang sama terkadang juga dapat menyampaikan maksud yang berbeda, misalnya “I like coffee” bisa jadi sebuah pernyataan bahwa sipenutur suka minum kopi atau juga bisa merupakan sebuah jawaban dari pertanyaan do you like to drink coffee? Atau bahkan sebuah sangkalan dari pertanyaan “would you like to drink some tea?”
Komponen proposisi merupakan komponen rumusan yang terdiri dari argumen, predikat dan pemerlain (argumen, precate, and modifier).
Contoh: dalam ungkapan Bill calls Brian terdiri dari dua argumen (Bills, Brian) dan satu predikat (calls). Sedangkan dalam kalimat Brian gave Mia a flower terdiri dari tiga argumen (Brian, Mia, flower) dan satu predikat (gave). Kemudian pemerlain atau modifier bisa diberikan kepada argumen misalnya flower menjadi beautiful flower, big house, little mouse dll. Modifier juga dapat berupa keterangan waktu seperti yesterday, tomorrow, now dll. Dapat juga berupa keterangan cara seperti slowly, fast, quickly dll.

Variabel-variabel lain yang mempengaruhi bentuk kalimat selain maksud dan proposisi adalah:
a)      Fokus yaitu penekanan yang diberikan kepada salah satu bagian kalimat yang maknanya ingin ditonjolkan.
Contoh: Bill gave the flower to Mia  (Bill yang menjadi fokus pembicaraan)
                 The flower was given to Mia ( flower yang menjadi fokus pembicaraan)
                 Mia was given the flower (Mia yang menjadi fokus pembicaraan)
Maka dalam kalimat-kalimat tersebut kata yang menjadi fokus pembicaraan akan deiberi penekanan dalam pengucapannya.
b)      Tingkat kesopanan, kalimat juga berbeda karena tingkat kesopanan dan tingkat formalitas kata-kata yang digunakannya. Semakin jauh jarak hubungan pribadi seseoran maka akan semakin formal ungkapan bahasa yang digunakan begitu pula sebaliknya.
Contoh: would you like to lend me your pen, please! (ungkapan formal kepada orang yang mempunyai jarak hubungan pribadi yang jauh)
Can i borrow your pen? (ungkapan informal kepada orang yang sudah kita kenal secara akrab)
c)       Perujukan, argumen yang terlibat dalam sebuah proposisi dapat diungkapkan sebagai frase benda melalui berbagai cara:
1)      Nama diri (Bill, Brian, Mia, Merry, Oliv)
2)      Kata ganti ( I, You, They, We, He, she, It)
3)      Melalui benda dengan pemerlain, pemerlain dapat berupa:
a)      Penentu (a book, these chairs, those people)
b)      Pembilang ( two children, three mice)
c)       Kata sifat ( happy kid, best friend, sweet girl)
d)      Frase ( the little black cat, the most beautiful girl,)
e)      Klausa( the man who calls me last night, the cat which is in front of my house)

2.       Proses pemahaman bahasa yaitu suatu proses tentang bagaimana sesorang memahami kalimat yang ia dengar atau baca.
Aspek-aspek dalam proses pemahaman bahasa yaitu:
a.       Orientasi semantik, para pendukung orientasi semantik beranggapa bahwa pendekatan yang lebih memuaskan dan lebih masuk akal terhadap proses pemahaman adalah pendekatan yang bertujuan untuk mengais aspek-aspek makna sebuah kalimat. Strategi yang harus digunakan yaitu agen+aksi+objek.
b.      Menduga struktur proposisi, berdasarkan pengetahuan kebahasaan kita, kita dapat menduga kata apa yang akan datang sesudah kata yang kita dengar.
Contoh:
a)      Have......
b)      Have you.....
c)       Have you taken......
d)      Have the the guests.....
e)      Have the guests come.....
Ketika kita menemui kata-kata tersebut di atas maka kita sudah dapat menduga kata yang datang setelahnya. Kata have di awal kalimat biasanya berupa pertanyaan, dan setelah have selalu muncul subjek atau agen jamak seperti you, guests, students, they dll, kemudian have selalu menggunakan Verb atau kata kerja bentuk ketiga misalnya come, taken, eaten dll. Begitupun kalimat-kalimat yang lain, begitulah kita menginterpretasikan kalimat-kalimat berdasarkan pengetahuan kita.
c.       Konvergensi semantik dan situasi, pengetahuan kita mengenai topik pembicaraan akan membantu kita menduga sejak awak mengenai kata-kata apa yang akan diucapkan selanjutnya.
Contoh:
Dalam suatu acara diskusi di televisi tentang “anak muda dan pendidikan” misalnya, dengan sebuah topik, seorang pembawa acara akan memulai mengucapkan  beberapa kata misalnya:
Pengaruh....
Pengaruh pergaulan......
Pengaruh pergaulan bebas......
Pengaruh pergaulan bebas terhadap.....
Pengaruh pergaulan bebas terhadap prestasi......
Kita akan dapat menduga pembicaraan-pembicaraan para narasumber diskusi tersebut dengan mudah karena kita menguasai topik pembicaraannya dengan baik.