Sunday, September 4, 2016

DISKUSI SETRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

DISKUSI 4



JENIS-JENIS METODE MENGAJAR
1.       Metode ceramah
Ceramah adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru di depan kelas. Alat interaksi yang  terutama dalam hal ini adalah “berbicara”. Dalam ceramahnya kemungkinan guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Akan tetapi kegiatan belajar siswa tertama mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok-pokok penting yang dikemukakan guru, bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa.
2.       Metode tanya jawab
Dalam penggunaan metode mengajar, tidak hanya guru saja yang senantiasa berbicara seperti halnya dengan metode ceramah, melainkan mencakup pertanyaan-pertanyaan dan penyumbangan ide-ide dari pihak siswa. Cara pembelajaran yang serupa ini dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu metode tanya jawab dan metode diskusi.
3.       Metode diskusi
Metode diskusi adalah cara penyampaian bahan pelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah. Ada kemungkinan lebih dari satu jawaban yang benar sehingga ditemukan jawaban yang paling tepat diantara sekian banyak jawaban tersebut.
4.       Metode kerja kelompok
Kerja kelompok dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang memandang siswa di dalam kelas sebagai suatu kelompok atau dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu sebagai metode mengajar. Pelaksanaannya tergantung pada beberapa faktor, misalnya tujuan khusus yang akan dicapai, umur, kemampuan siswa, serta fasilitas pembelajaran di dalam kelas.
5.       Metode demonstrasi dan eksperimen
Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang dilakukan guru, orang luar atau manusia sumber yang sengaja diminta atau siswa menunjukkan kepada kelas suatu benda aslinya, tiruan atau suatu proses, misalnya bagaimana membuat peta timbuk atau menggunakan camera digital dengan hasil yang baik. Metode eksperimen adalah suatu metode mengajar yang melibatka guru bersam siswa mencoba mengerjakan sesuatu dan mencoba mengamati proses dan hasil percobaan itu.
6.       Metode sosiodrama dan bermain peran
Metode sosiodrama dan bermain peran dapat dikatakan merupakan metode yang sama. Sosiodrama merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukkan kepada siswa tentang masalah-masalah hubungan sosial, untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Bermain peran berarti memegang fungsi sebagai orang yang dimainkannya, misalnya berperan sebagai lurah, nenek tua, ibu-ibu dan lain-lain
7.       Metode pemberian tugas belajar dan resitasi
Metode pemberian tugas belajar merupakan pemberian pekerjaan oleh guru kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa diharapkan memperoleh suatu hasil yaitu perubahan perilaku tertentu sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Tahap akhir dari kegiatan pembelajaran ini adalah resitasi yaitu siswa melaporkan atau menyajikan kembali tugas yang telah dikerjakan atau dipelajari artinya siswa harus bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
8.       Metode latihan (drill)
Merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu diulang-ulang.
9.       Metode karyawisata
Dengan metode karyawisata guru mengajak sisswa kesuatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran di sekolah. Metode karyawisata berguna bagi siswa untuk membantu memahami kehidupan riil dalam lingkungan dengan segala masalahnya.
10.   Metode pemecahan masalah (problem solving)
Merupakan suatu metode pengajaran yang mendorong siswa untuk mencari dan memecahkan persoalan-persoalan

DISKUSI 5
Tarone (1980) mengemukakan tiga bentuk komunikasi strategi yaitu:
1.      Paraphrase:
Ada beberapa macam paraphrase yaitu:
Approximation: mengungkapkan istilah alternatif yang mengungkapkan makna leksikal bahasa target (contoh, pipe untuk water pipe).
Word coinage: pelajar membuat kata baru untuk mengkomunikasikan konsep (maksud) yang diinginkan.(contoh tooth doctor untuk dentist).
Circumlocution: pelajar membuat deskripsi tentang ciri-ciri atau karakter dari benda atau objek yang dimaksudkan. (contoh, karena siswa belum mengenal kata bookshelf (rak buku) kemudian siswa akan membuat kalimat seperti berikut: “does the room have a place to save the books?”
2.      Transfer:
Macam-macam transfer:
Literal translation: pelajar menterjemahkan kata demi kata dari bahasa asli untuk mengungkapkan makna yang dimaksud ketika istilah yang semestinya tidak diketahui (contoh, “he invites him to drink” for “they toasts one another”).
Language switch: pelajar menggunakan istilah, ekspresi atau ungkapan dalam bahasa pertama tanpa repot-repot menerjemahkannya. (contoh, galon  untuk galoon).
Appeal for assistance: pelajar bertanya istilah atau struktur yang benar yang belum dimengerti. (contoh, “what is this?”)
Mime: pelajar memperagakan atau menggunakan bahasa non-verbal seperti ekspresi wajah atau bahasa tubuh untu menyampaikan maksudnya. (contoh, shaking head for No/dissagree/refusal)
3.      Avoidance:
Topic avoidance: pabila pelajar tidak mempunyai cukup perbendaharaan kata untuk membicarakan topik tertentu, tak-menguasahi topik pembicaraan biasanya akan menghindari bicara soal itu dengan cara diam atau menolaknya.
Message abdonment: ketika pelajar membicarakan tentang suatu konsep tetapi tidak dapat melanjutkan karena kurangnya perbendaharaan kata dan struktur makna kemudian berhenti di tengah perbincangan.


TUGAS 3; SETRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS



Jawablah Pertanyaan berikut ini dengan singkat.
1.      Attitude and motivation have cause and effect relationship. Logically, it may be argued that it more likely that attitude is the cause than effect. What is the implication if this statement in teaching English Indonesia?
Answer:
Attitudes often believed to be the cause and motivation is the effect. The implication of this statement in teaching English in Indonesia is that in order for our students to have high motivation in learning English the English teacher should teach English in such a way that the students have positive attitude to English, English subject, and the speakers of the language.

2.      Why may students with high motivation more successful in learning a foreign language or be good language learners?

Answer:
Students with high motivation are more powerful than those with no motivations. Students with high motivation are very confident. Confidence is much needed in learning a foreign language. Because when the students are confident they will practice the target language easily, they won’t be afraid of making mistake in practicing the language. 
Having strong motivation, in communication they are willing to do many things to get her/his message across and they will use whatever knowledge and effort to make his/her message across.

3.      What do you know about integrative and instrumental attitude related to foreign language learning?
Answer:
Instrumental attitude is mostly refers to self-oriented and individualistic reason in learning English, for example: vocational reason, status, achievement, personal success and survival.
Instrumental attitude to a foreign language refers to a social and interpersonal orientation or may concern the integration to, or identification with a language group and its cultural activities of the people that use the foreign language.

TUGAS 2; SETRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS



Jawablah dengan singkat pertanyaan berikut ini.
1.      Jelaskan perlunya guru menguasai keterampilan memberi variasi.
Guru perlu menguasai keterampilan mengadakan variasi untuk mrnghindari rasa bosan siswa, membuat kelas lebih menarik dan hidup. Pada kenyataannya dalam proses pembelajaran sering terjadi siswa merasa jenuhmelihat dan mendengar guru mengajar dengan gaya yang sama selama berjam-jam, sedangkan siswa duduk diam mendengarkan penjelasan guru. Apabila peristiwa tersebut berlangsung berulang-ulang secara rutin, maka akan menimbulkan kebosanan pada siswa dan siswapun bisakehilangan semangat belajar. Untuk menghindari hal tersebut maka diperlukan sesuatu atau hal yang baru, yang berbeda dari biasanya. Dengan kata lain siswa memerlukan adanya variasi dalam kegiatan belajar sehingga pelajaran lebih menarik dan hidup. Apabila siswa merasa tertarik, mereka akan lebih memusatkan perhatiannya terhadap kegiatan belajar dan kegiatan belajar akan lebih berhasil.

2.      Jelaskan rasional keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
keterampilan membuka pelajaran adalah kemampuan yang perlu dimiliki seorang guru untuk menciptakan suasana siap mental dan memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang akan dipelajari pada awal pembelajaran. Untuk menciptakan suasana siap mental siswa dan untuk menarik perhatian serta memotivasi siswa terhadap hal-hal yang dipelajari guru dapat melakukan hal-hal seperti memancing rasa ingin tahu siswa, menunjukkan sikap ramah, antusias dan bersemangat. Siswa yang telah termotivasi dan penuh perhatian akan mengikuti pembelajaran dengan semangat, antusias dan penuh gairah serta cepat bereaksi terhadap pertanyaan-pertanyaan guru.
Keterampilan menutup pelajaran  adalah kemampuan yang harus dimiliki guru untuk meningkatkan pemahaman siswa di akhir pembelajran. Kegiatan menutup pelajaran dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, serta untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa dan keberhasilan guru dalam proses pembelajaran. usaha yang dapat dilakukan guru antara lainmerangkum kembali atau meminta siswa membuat ringkasandan mengadakan evaluasi tentang pelajaranyang telah dibahas.

3.      Kemukakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih metode mengajar.
1)      Tujuan Pembelajaran atau Kompetensi Siswa
Tujuan pengajaran merupakan rumusan yang menggambarkan tentang perubhan tingkah laku apa yang akan diperoleh, siswa sebagai akibat dari pengajaran. Tujuan yang jelas dan spesifik akan memberikan pegangan dan petunjuk tentang metode mengajar. Hal ini sesuai dengan fungsi metode itu sendiri yaitu cara untuk mencapai tujuan. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam pemilihan metode mengajar yang tepat untuk mencapai tujuan haruslah memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan.
2)      Karakteristik Bahan Pelajaran/Materi Pelajaran
Isi proses belajar mengajar akan tercermin dalam bahan yang dipelajari oleh siswa. Hal ini akan berpengaruh terhadap metode mengajar yang akan dipilih, karena dengan mengetahui sifat materi pelajaran terlebih dahulu, guru akan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa dan kemudian memutuskan metode yang tepat untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran.
3)      Waktu yang Digunakan
Pemilihan metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi waktu yang tersedia dalam jam pelajaran, ada beberapa metode mengajar yang dianggap relatif banyak menggunakan waktu, seperti metode pemecahan masalah, dan inkuiri. Penggunaan metode ini kurang tepat jika digunakan pada jam pelajaran yang alokasi waktunya relatif singkat sehingga penguasaan materi tidak akan optimal demikian pula dengan pembentukan kemampuan siswa.
4)      Faktor siswa (peserta didik)
Siswa sebagai subjek ajar yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, setiap siswa mempunyai keragaman masing-masing. Hal ini yang harus diperhatikan dalam faktor siswa diantaranya usia, latar belakang, potensi-potensinya, kemampuan dan motivasi. Hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar. Disamping itu jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar juga sangat besar pengaruhnya terhadap pemilihan metode mengajar.
5)      Faktor guru
Guru di tuntut untuk dapat menggunakan berbagai metode, baik secara tunggal maupun bervariasi, dengan berpedoman dengan tujuan yang akan dicapainya. Setiap metode mengajar mempunyai kebaikan dan kelemahannya. Suatu metode yang baik bagi seorang guru, belum tentu baik untuk guru yang lain di dalam menyampaikan suatu materi pelajaran. Untuk menghasilkai metode yang efektif maka seong guru harus dapat memahami dan mengerti kebaikan dan kelemahan dan masing-masing tersebut.
Berdasarkan kemampuan guru dalam menggunakan dan memilih metode mengajar, maka hal ini dapat menunjang tercapainnya proses belajar mengajar yang efektif.
6)      Fasilitas, Media, dan Sumber Belajar
Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan landasan dalam pembelajaran diantaranya adalah ketersediaan fasilitas, media, dan sumber belajar. Guru tidak akan memilih metode mengajar yang memungkinkan menggunakan fasilitas atau alat belajar yang beragam jika di sekolahnya tidak memiliki fasilitas dan alat belajar yang lengkap dan memadai. Dalam hal ini perlu diupayakan, apabila guru dan siswa akan menggunakan alat atau fasilitas maka guru bersangkutan sebelum pembelajaran harus mempersiapkan terlebih dahulu. Pemberdayaan media maupun bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa.

4.      Kemukakan prinsip-prinsip penggunaan keterampilan menjelaskan.
Dalam memberikan penjelasan guru perlu memperhatikan hal-hal berikut:
a.       Penjelasan dappat diberikan diawal, ditengah atau diakhir jam pelajaran sesuai dengan kebutuhan. Penjelasan ini dapat diselingi dengan tanya jawab dan sifatnya membantu penalaran siswa.
b.      Penjelasan guru harus memperhatikan latar belakang dan kemampuan siswa sehingga siswa dapat dengan mudah menerimanya.
c.       Penjelasan harus relevan dengan tujuan pembelajaran.
d.      Materi penjelasan harus bermakna bagi siswa.
e.       Penjelasan dapat diberikan oleh guru kalau ada pertanyaan siswa atau memang dipersiapkan guru sebelumnya.